MENEMPATKAN DIRI PADA POSISI
apapun posisi kita di dunia ini, akan nyaman dan penuh pahala jika kita menempatkan diri kita dalam posisi yang seharusnya itu kita jalani dengan senang hati dan rasa syukur atas diri kita di ciptakan Allah, karena di manapun posisi kita itu adalah sudah di takdirkan dan di tetapkan oleh Allah sehingga kita di bekali kebisaan dan manfaat yang di tetapkan Allah sejak kita lahir.
saya umpamakan mobil itu ada roda, ada setir, ada spion, ada lampu, jok, kopling, rem dll onderdil mobil, tak ada ceritanya setir merasa lebih mulia dari roda, atau roda iri dengki dengan setir, atau spion ingin jadi setir, lampu ingin jadi roda, kok di rubah rubah tempatnya misal lampu jadi roda, spion jadi setir, roda jadi spion, jelas akhirnya mobil tak bisa jalan, semua roda ada di bawah, setir ada di depan pengemudi, lampu depan di depan , spion di samping dll semua itu sudah kapasitasnya, dan harus di tempatkan di tempatnya masing masing, jika semua ada di tempatnya dan terpasang dengan benar, maka mobil akan enak di naiki.
begitu juga kita ini, bisa saja kedudukan kita itu menjadi apa yang kita merasa rendah, atau kita merasa tinggi, atau merasa tak nyaman, istri ingin selalu di atas, lurah ingin jadi presiden, suami ingin jadi anak, apapun posisi kita, pekerjaan kita, kedudukan kita, kalau kita menerima dengan lapang dada, di pahami bahwa keadaan kita itu adalah semua penempatannya adalah kehendak dan ketentuannya Allah, sebagai lelaki atau sebagai wanita, kita terima, syukuri, dan menghayati perannya dengan kesungguhan hati, maka di mana juga kita, di posisi dan kedudukan apa juga, kita baru akan merasa nyaman.
pahami, di mana juga kita, itulah kapasitas dan kedudukan kita, kita syukuri dan kita jalani, dengan hati terbuka, tak terima tetap saja kita tdk bisa keluar dari tubuh kita, maka sukuri dan jalani dengan lapang dada, menerima sepenuh hati, nanti semua akan serasa lapang semua. dan hidup itu indah...
SANG KYAI
Komentar
Posting Komentar