DZIKIR
Ketika dzikir terasa berat dilisanmu maka akibatnya banyak kesia-siaan dalam ucapanmu dan tergelarnya anggota badan dalam syahwatmu dan buntunya pintu pemikiran dalam kebaikanmu maka ketahuilah sesungguhnya yang seperti itu dari besarnya dosamu atau adanya irodah (kehendak) munafik di dalam hatimu dan tidak ada jalan untukmu kecuali satu jalan yaitu taubat dan berbuat baik, dan mohon perlindungan Alloh, dan ikhlas di dalam agama Alloh. Awalnya dzikir itu di lisan, ketika lisan sudah dalam kecendrungan, maka dzikir menyerap di hati, danhati mulai merasa nikmatnya dzikir, lalu hati menguasai semua anggota badan untuk berdzikir, sehingga terjadi keselarasan.
Sehingga lisan menyelaraskan hati, seperti orang yang melakukan gerak badan, sebelum terjadi keselarasan, maka badan membuat ritme gerak, ritme gerak yang di buat badan serasa enak lalu di bacaoleh hati, dan hati melakukan juga, sehingga gerak di hafal urutannya oleh hati, kemudian hati memerintahkan badan mengulang gerakan itu. Jika lisan berat berdzikir, bagaimana hati bisa membaca gerakan lisan, sedang lisan sendiri malas, tidak mau bersuara, dan berat bersuara. Hati itu tak akan bisa pergi kemana mana, kalau kaki tak juga beranjak melangkah, kaki melangkah, baru hati membaca gerak kaki, dan memerintahkan seluruh anggota badan mengikuti irama kaki.
Jika lisan, akal, hati, semua di ajak ke hal yang sia - sia, maka akan merasa berat ketika di ajak kepadayang bermanfaat, walau geraknya sama, yang sia - sia itu lebih ringan melakukan karena anggota badanitu di kendalikan nafsu, dan kecendrungan nafsu itu akan merasa ringan jika melakukan sesuatu yang dianggap tak ada beban di dalamnya. Makanya orang melempar batu itu walau dengan tenaga kuat, atau menendang bola dengan tenagayang lebih, lebih ringan melakukannya daripada mengangkat batu bekerja, sebab menendang bola atau melempar batu di anggap tidak ada beban di dalamnya, sedang bekerja ada manfaat di dalamnya.
SANG KYAI

Komentar
Posting Komentar